Warning: Undefined array key 1 in /home/eafloqav/public_html/wp-content/plugins/visitors-online/visitors-online.php on line 505

Warning: Undefined array key 2 in /home/eafloqav/public_html/wp-content/plugins/visitors-online/visitors-online.php on line 505
FORMAT BARU PELATIHAN KOMUNITAS LITERASI: KANTOR BAHASA KELILING KOMUNITAS

Kantor Bahasa Provinsi Banten kembali menghelat kegiatan pelatihan bagi anggota komunitas literasi pada tanggal 28 Mei 2023. Pada kegiatan ini sendiri, Kantor Bahasa Provinsi Banten bersinergi dengan komunitas Saung Garda Cendekia di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang diselenggarakan secara terpusat, komunitas literasi menjadi tuan rumah di kegiatan ini. Selain itu, kegiatan ini berformat sehari di komunitas dan diselenggarakan masing-masing pada bulan Mei, Juni, dan Juli.

Sebanyak dua puluh komunitas pun berkumpul di Saung Garda Cendekia. Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Lebak, Sidik Nulhaq menjadi pemateri pada kegiatan ini. Sidiq juga membedah permasalahan yang ada pada komunitas literasi di Lebak. Persoalan kekurangan relawan, penyusunan program, hingga kekurangan dana pun dibedah.

Sebagian besar komunitas literasi di Lebak mengalami masalah kekurangan relawan. Jumyadi yang berasal dari TBM Al Fatih menyatakan bahwa komunitas literasinya hanya digerakkan oleh ia dan istri. Begitu juga dengan beberapa komunitas yang hadir, bahkan hanya punya satu relawan.  Menjawab problematika tersebut, Sidik menyampaikan beberapa solusi. Misalnya dengan mengadakan pendekatan yang bersifat persuasif serta menarik bagi generasi muda.

Tidak lupa Sidik juga mengajak para peserta untuk tertib secara legalitas. Sidik mengemukakan bahwa pengurusan izin legalitas sebenarnya relatif mudah dilakukan. “Pengurusan legalitas bisa dimulai melalui desa. Bisa patungan juga untuk mngurus ke notaris,” ujar Sidik. Sidik menambahkan bahwa legalitas yang tertib membuat peluang komunitas mendapatkan bantuan lebih besar.  Selanjutnya, Rafid Rachmatullah, salah satu pendiri Saung Garda Cendekia menyampaikan praktik baik literasi pada Saung Garda Cendekia. Rafid pun memaparkan lika-liku perjuangan pembentukan komunitas Saung Garda Cendekia. Dikatakan oleh Rafid bahwa komunitas Garda Cendekia dibentuk dari keresahan terhadap kondisi  di Kampung Cikatomas, Cilograng. Rafid menjelaskan bahwa banyak anak muda melakukan hal kurang bermanfaat. Setelahnya, dibuatlah tempat untuk berkumpul bagi anak muda. Satu per satu pemuda Kampung Cikatomas pun berdatangan. Saat itu, Rafid dan pengurus yang lain mulai mengajak ke hal yang lebih positif.

Kegiatan ini diikuti oleh dua puluh komunitas literasi di Kabupaten Lebak. Para peserta pun mendapatkan “tugas” dari panitia untuk dielaborasi pada pertemuan selanjutnya. Komunitas literasi di Kabupaten Lebak pun menyambut hangat kegiatan ini seraya berharap kegiatan dengan format serupa bisa diselenggarakan kembali oleh Kantor Bahasa Provinsi Banten.